Agresi Militer Belanda I dan Perlawanan Tanpa Henti
Jika kemerdekaan telah diproklamasikan, mengapa tentara asing masih menguasai tanah air? Perjuangan baru saja naik ke babak paling pahit.
Saat Langit Indonesia Kembali Bergemuruh
Belanda belum rela melepaskan Indonesia. Juli 1947, serangan militer besar-besaran diluncurkan, wilayah republik direbut, dan suara kemerdekaan diuji lewat darah serta strategi—bukan hanya pidato.
Miskonsepsi yang Perlu Dibongkar
- Agresi militer hanya terjadi sekali dan itu terjadi setelah Indonesia diakui dunia.
- Motif agresi Belanda murni politik, bukan ekonomi.
- Pendudukan kota-kota besar oleh Belanda berarti kekalahan total bagi republik.
- TNI sudah solid dan bersatu sejak awal perlawanan fisik.
Tanpa mengungkap fakta di balik agresi militer pertama, Anda akan terjebak dalam pandangan hitam putih.
Pertanyaan yang Akan Membuat Anda Ingin Menyelami Lebih Dalam
- Apa motif tersembunyi Belanda di balik istilah “Aksi Polisionil”—dan siapa yang menjadi korbannya?
- Bagaimana strategi ekonomi, penguasaan perkebunan, dan pelabuhan jadi kunci perang?
- Siapa tokoh kunci di kedua sisi serta peran TNI yang baru terbentuk?
- Seberapa penting dukungan dunia internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB dalam membalikkan keadaan?
- Bagaimana rakyat di wilayah republik yang menyempit tetap memberikan perlawanan meskipun segalanya tampak telah hilang?
- Apa makna Garis Van Mook dan bagaimana dampaknya terhadap peta Indonesia modern?
Setiap kisah dan jawaban detailnya menanti Anda di dalam ebook ini.
Dapatkan eBook nya hari ini dengan penawaran terbaik
Rp 10.000
(Harga akan naik setelah kuota setiap batch terpenuhi)
Cara Pembelian:
Lengkapi Data
Pilih Metode Pembayaran
eBook dikirim via email sesaat setelah pembayaran
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.