Dari Jalur Diplomasi Menuju Kedaulatan: Roem-Royen & Konferensi Meja Bundar
Apakah kemerdekaan benar-benar selesai setelah perang usai? Faktanya, pertempuran terpenting justru terjadi saat republik harus diakui sah oleh dunia.
Ketika Senjata Diturunkan, Strategi Diplomasi Naik ke Panggung
Setelah pergolakan perang fisik, Indonesia menuju babak menentukan, harus membuktikan pada dunia bahwa kemerdekaannya tak sekadar proklamasi dan perlawanan gerilya. Roem-Royen Statements dan Konferensi Meja Bundar (KMB) menjadi dua momen krusial di mana kemerdekaan akhirnya resmi diakui oleh internasional, bukan tanpa pertarungan alot dan kompromi getir.
Miskonsepsi Paling Sering Muncul
- Belanda menyerah karena kalah perang di lapangan.
- KMB hanyalah formalitas administrasi pengakuan Indonesia.
- Republik langsung menjadi negara utuh setelah pengakuan kedaulatan.
- Semua masalah selesai sesudah pengakuan kedaulatan oleh Belanda.
Padahal, jalan menuju pengakuan penuh justru lebih rumit dibanding sekadar pengibaran bendera.
Pertanyaan yang Akan Membuka Mata Anda
- Mengapa tekanan Amerika Serikat dan PBB justru lebih menentukan jalannya sejarah di tahun 1949?
- Bagaimana proses negosiasi di Roem-Royen dan KMB berubah-ubah hingga jam terakhir?
- Siapa saja tokoh kunci di balik layar, diplomat RI, penghubung UNCI, dan elit BFO yang menegosiasikan masa depan bangsa?
- Apa saja syarat, kompromi, dan “harga” yang harus dibayar Indonesia demi pengakuan kedaulatan?
- Mengapa pertanyaan “Irian Barat” dan isu utang menjadi sumber kontroversi bahkan puluhan tahun setelah itu?
Semua terurai secara sistematis dalam ebook ini.
Dapatkan eBook nya hari ini dengan penawaran terbaik
Rp 10.000
(Harga akan naik setelah kuota setiap batch terpenuhi)
Cara Pembelian:
Lengkapi Data
Pilih Metode Pembayaran
eBook dikirim via email sesaat setelah pembayaran